• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Jejak KH. Usep Romli Figur Budayawan Wartawan dan Penulis yang Aktif Dalam Pemekaran Garut Utara Sampai Akhir Hayat

img

Menulis.jpg

H. Usep Romli yang lahir tanggal 16 April 1949 dan meninggal dunia pada 8 Juli 2020, adalah seorang Budayawan, Sastrawan, Wartawan, Penulis dan tokoh masyarakat yang berasal dari Garut. Di Samping Beliau sangat dikenal luas sebagai Penulis dari sejumlah surat kabar serta penulis buku anak-anak dalam bahasa Indonesia dan Sunda, juga aktif dalam perjuangan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara.

Berikut ini profil singkat mengenai kiprah dan kontribusi beliau semasa hidupnya dalam perjuangan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara:

Jejak KH. Usep Romli Figur Budayawan Wartawan dan Penulis yang Aktif Dalam Pemekaran Garut Utara Sampai Akhir Hayat Alm. H. Usep Romli

Latar Belakang dan Pendidikan

H. Usep Romli lahir di Balubur Limbangan, Kabupaten Garut. Beliau menempuh pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Garut dan mulai mengajar sebagai guru SD di Kecamatan Kadungora pada tahun 1966. Selain mengajar, beliau juga aktif sebagai koresponden untuk berbagai media, termasuk majalah dan surat kabar. Pada tahun 1980, beliau memilih untuk fokus sebagai wartawan di Pikiran Rakyat hingga memasuki pensiun.

Karya Sastra

H. Usep Romli dikenal sebagai penulis produktif dengan banyak karya yang mencakup berbagai genre, termasuk buku anak-anak, puisi, cerpen, dan novel. Diantara beberapa karya H. Usep Romli yang terkenalnya antara lain:

Buku Anak-anak: "Si Ujang Anak Peladang (1973), "Pahlawan-pahlawan Hutan Jati (1974), "Nyi Kalimar Bulan (1982), "Oray Bedul Macok Mang Konod (1983)

Kumpulan Sajak: "Sebelas Tahun (1979)
Nu Lunta Jauh (1992)

Kumpulan Cerita Pendek: "Ceurik Santri (1985), "Sanggeus Umur Tunggang Gunung (2009)

Novel: "Bentang Pasantren (1983)

Karya-karya H. Usep Romli tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral dan budaya yang penting bagi generasi muda. Beliau berhasil memadukan unsur tradisi Sunda dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, sehingga karyanya sangat dihargai oleh orang tua dan pendidik/Anak-anak.

Kontribusi dalam Pemekaran Kabupaten Garut Utara berupa Advokasi dan Dukungan Masyarakat

H. Usep Romli dikenal sebagai salahsatu pemakarsa dalam perjuangan pemekaran Kabupaten Garut Utara. Beliau aktif dalam menggalang dukungan dari masyarakat untuk mendukung aspirasi pemekaran ini. Dalam berbagai forum dan pertemuan, H. Usep menekankan pentingnya pemekaran untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan dan pelayanan publik di daerah tersebut.

Beliau percaya bahwa pemekaran akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih terlibat dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka6.

Peran dalam Konsolidasi Organisasi

Sebagai tokoh masyarakat, H. Usep Romli juga berperan dalam konsolidasi berbagai organisasi dan elemen masyarakat yang mendukung pemekaran. Beliau mengajak masyarakat untuk bersatu dalam memperjuangkan aspirasi ini, serta memberikan edukasi tentang manfaat pemekaran bagi pembangunan daerah.

Dengan kepemimpinannya, H. Usep Romli berhasil menggerakkan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses ini pemenuhan persyaratan dukungan baik dari Kepala Desa, BPD dan Tokoh Organisasi Masyarakat.

Pendidikan dan Kesadaran Sosial

H. Usep Romli juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran sosial di kalangan masyarakat tentang pentingnya pemekaran. Melalui kegiatan pengajian dan diskusi, beliau mengedukasi masyarakat mengenai proses pemekaran dan manfaat yang akan diperoleh. Beliau percaya bahwa dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih aktif dalam memperjuangkan aspirasi mereka6.

Penghargaan dan Pengakuan

H. Usep Romli telah menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia sastra, antara lain: "Hadiah Sastra Mangle (1977), "Hadiah Sastra LBSS (Lembaga Basa jeung Sastra Sunda) untuk puisi dan esai, "Hadiah Sastra Rancage (2010) untuk Sanggeus Umur Tunggang Gunung
Garut Award (2010) dari Pemkab Garut sebagai penghargaan atas aktivitas seni-budaya yang mengharumkan nama Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat dan Nasional.

Ujung Pena

H. Usep Romli H.M. adalah sosok yang berperan penting dalam perjuangan pemekaran Kabupaten Garut Utara dan pengembangan sastra di Indonesia. Melalui dedikasi dan komitmennya, beliau telah memberikan kontribusi besar dalam menggalang dukungan masyarakat serta memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan latar belakangnya sebagai Budayawan, Sastrawan dan pendidik, H. Usep terus berupaya untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Garut, khususnya dalam konteks pemekaran daerah otonomi baru. Warisan karyanya tetap hidup dan terus dibaca oleh berbagai kalangan, menjadikannya sebagai salah satu tokoh yang dihormati dalam dunia sastra dan budaya Sunda.

© Copyright 2024 - Media Online Supergatra.com Suara Pembaharuan Garut Utara
Added Successfully

Type above and press Enter to search.