• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Jejak Empiris Ali Agus, S.E.

img

1.jpg

Jejak Empiris Ali Agus, S.E.

Setelah penulis menelusuri sosok Ali Agus, S.E., ternyata dari kisah kehidupannya ada suatu hikmah  yang bisa kita petik. Terutama mengenai jejak semasa beliau menimba ilmu pendidikan, atau empirisnya sewaktu dan seusai sekolah, hingga meraih apresiasi dari sejumlah prestasinya.

Siapakah Ali Agus itu?

0d0a3706-e1ae-42bf-b452-48d7dec03f71.jpg


Ali Agus adalah anak ke-2 dari pasangan KH. Rd. Ali Idrus, BA., dan Hj. Ratnasih. Ia dilahirkan, 08 September 1966 di Jakarta Pusat di rumah orang tua ayah handanya, yakni Kakek H. Uju dan Nenek Hj. Uas yang beralamat di Kampung Krukut, atau kampung itu lebih dikenal dengan sebutan Kampung Arab. 

KH. Rd. Ali Idrus, BA dan Hj. Ratnasih, adalah suami istri asli dari Kampung Mulabaruk, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Kini keduanya telah meninggal dunia. Pasangan suami istri tersebut semasa hidupnya oleh Allah SWT dianugerahi 4 momongan, yaitu Lilis Aisah (anak ke-1), Ali Agus, SE (anak ke-2), Ema Siti Rohmah, S.Ag (anak ke-3), dan Ali Mantik (anak ke-4).

Semasa hidupnya, ayah handa Ali Agus itu bekerja menjadi Konsultan Perpajakan di PT. Apiat hingga purna tugas di Kotamadya Bandung. Sehingga pria kelahiran September pun dari kecil berdomisili di wilayah Kebonsawo, yakni antara Jalan Pasundan dan Jalan Pungkur dekat Kebonkelapa, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Balonggede, Kota Madya Bandung. Tepatnya pas di ujung Gang Buntu.  Sampai saat ini oleh masyarakat di wilayah tersebut, Gang Buntu itu familiar disebut dengan Gang Idrus. 

Pada tahun 1982, ayah bundanya pindah tempat tinggalnya ke Komplek Cibolerang Indah Jln. Satria II No. 122 Bandung. Sedangkan Ali Agus pada tahun 1980 sudah pindah bersekolah di SMPN 1 Sukawening ikut bersama saudaranya yang tinggal di Kampung Mulabaruk, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening. Namun, waktu itu hanya sampai kelas dua menimba ilmu di sekolah tersebut. Lalu Ia pindah lagi bersama orangtuanya bersekolah di Bandung. 

Jejak Pendidikan 

Pada Tahun 1972, Ali Agus masuk sekolah Taman Kanak-Kanak Assalam (TK. Assalam) di Jalan Sasak Gantung Bandung. Kemudian Tahun 1974-1980, Ia meneruskannya bersekolah di SDN 105 Lengkongbesar Jl. Lengkongbesar No.105 Bandung. 

Semasa menimba ilmu pendidikan di sekolah menengah pertama,  Ali Agus dari tahun 1980-1082, sempat  bersekolah di SMPN 1 Sukawening Garut hingga Kelas 2. Kemudian sekolahnya pindah ke SMPN 11 Bandung untuk menyelesaikan jenjang pendidikannya.

Setelah lulus SMP, pada tahun 1984, ia melanjutkan sekolahnya ke SMAN 11 yang beralamat di Jalan H. Samsudin Bandung hingga  menjadi alumni di SMAN 11 Bandung periode 1986-1987.

Sedangkan sebelum meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan (STIE) Bandung, 29 Desember 2011  Tahun Akademik 2011/2012, Ali Agus  terlebih dahulu masuk ke Akademi Akuntansi Bandung (AAB) dari tahun 1986-1989.  Selanjutnya meneruskan kuliahnya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) Tahun Akademik 2011/2012.

Selain penempaan kepribadiannya melalui pendidikan formal, pria kelahiran tahun 1966 itu sering mengikuti  berbagai diklat, diantaranya Diklat Konsultan Pajak BREPET  A-B  BPCK Pajak P5  Tahun 2012, dan  Diklat Ilmu Politik TOT (Training Of Trainer) NDI  Tahun 2000.

Empiris  Sewaktu Sekolah 

Sejak Ali Agus duduk di bangku sekolah dasar, talentanya memang telah nampak, seperti kemandirian hidupnya, serta keseriusannya untuk menggeluti berbagai bidang olahraga. 

Sejak kecil kemandirian Ali Agus telah nampak. Diantaranya mengenai bidang perekonomian, misalnya sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu sebelum bersekolah untuk menimba ilmu, tanpa disuruh orang tuanya, Ia telah belajar mandiri berjualan Mie Bihun di sekitar wilayah Kebonsawo (antara Jalan Pasundan dan Jalan Pungkur dekat Kebonkelapa Bandung). Hasil labanya dimasukan ke dalam celengan, karena ia teringat dengan slogan “Menabung itu Pangkal Kaya”.

Begitu pula semasa bersekolah di SMP, ia menggagas  membuat stiker-stiker untuk penamaan ruangan-ruangan sekolah yang bekerja sama dengan tukang Sablon. Waktu itu uang jasa pemberian dari tukang sablon digunakannya untuk menopang keperluan sekolahnya.

Lantas pada tahun 1984, ketika bersekolah di SMA, Ali Agus bersama 4 temannya mendirikan “Taman Bacaan” dengan menempati rumah kososong milik Bapak Ayi Sadikin dari Limbangan yang menjabat kepala Sub Keuangan di media Pikiran Rakyat (PR). Modal awalnya untuk membeli rak dan aneka buku bacaan, ia bersama ke-4 rekannya mengeluarkan uang dari koceknya masing-masing.

Tak diduga, taman bacaan itu banyak pengunjungnya. Sehingga berkat taman bacaan tersebut, Karang taruna Komplek Cibolerang Indah Jln. Satria II No. 122 Bandung mejadi juara ke-1 se-Kota Madya Bandung.

Selain itu, sewaktu Ali Agus kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan (STIE) Bandung, 29 Desember 2011  Tahun Akademik 2011/2012, Ia dipercaya memangku Ketua Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) STIE dengan kedudukannya di atas Senat.

Apresiasi 

Sungguh tak disangka, berkat usaha Ali Agus mengenai pengembangan potensi dirinya, baik karena hasil belajar, bekerja, maupun berlatih mengenai kemampuannya, benar-benar membuahkan sejumlah apresiasi dari prestasi, terutama  apresiasi dari prestasi bidang olahraga, seperti Catur, Bolla Volley, dan Kendo.

Prestasi Ali Agus mulai terlihat sewaktu masih duduk dibangku kelas lima SDN 105 Lengkongbesar, Jl. Pungkur Komplek Cibolerang Indah Bandung, yakni  dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-40, Ali Agus sempat meraih apresiasi juara umum ke-2 open tournament Catur yang diselenggarakan oleh RW 05 dengan menyisihkan para peserta tua dan muda. 

Pada tahun 1983, Ali Agus sempat menjadi aktor smeser yang mengharumkan grup Bolla volley SMPN 11 Bandung dengan meraih Juara ke-1 Bolla volley  antar SMP se-Bandung Raya. 

Ternyata sosok pria tulen dari Mulabaruk itu, disamping menggemari dunia Olahraga Bola Volley, juga mendalami olahraga Kendo hingga memiliki  skill dan style yang benar-benar sangat diperhitungkan oleh lawan-lawannya. 

Realita itu terbukti dengan kepiawaiannya memainkan samurai dan jurus-jurus ketangkasannya bersama atlet seperguruannya, pada Tahun 1992 meraih Juara 1 Beregu Kendo se-Indonesia antar Club Kendo yang diselenggarakan oleh PT. IKA di Ciputat Tanggerang Selatan. 

Sedangkan pada open Tournament Kendo perorangan antar perguruan tinggi se-Jawa Barat, sewaktu memeriahkan HUT 1 Unit Kendo Institute Teknologi Bandung (ITB) Tahun 1993, Ali Agus dinobatkan oleh dewan juri sebagai Juara ke-2 dan berhak memboyong Piala IKI Jabar. 

Begitu pula pada kejuaraan Kendo perorangan antar perguruan se-Jabar tahun 1995 yang diselenggarakan oleh IKI Jabar menjadi Juara ke-2, serta meraih Juara ke-2 dalam Kejuaraan Senior Kendo IKI Jabar yang digelar 18 Februari 1996. 

Usai Sekolah

Setelah usai kuliah, Ali Agus, SE., tak lantas berpangku tangan. Ia langsung bekerja selama 4 tahun menjadi manager marketing se-Jawa Barat di perusahaan PT. Teh. Lalu bekerja di Biro Hukum Budi Pastur di Jalan Belitung menangani perihal kartu kredit Bank Nasional Indonesia (BNI). 

Ternyata pengalaman Ali Agus, selain bekerja disuatu perusahaan,  juga sewaktu Ia tinggal di Jln. Satria II No. 122  Komplek Cibolerang Indah Bandung. Rabu, 23 Oktober 1996, pernah melayangkan kritik kepada PSSI dengan judul kritikannya “Gundah Hati Karena PSSI” via  Koran Pikiran Rakyat (PR).  Kritikannya itu dimuat dalam Rubrik Komentar Gelanggang Olahraga.

Berikutnya, Rabu, 14 Pebruari 1996  melayangkan lagi komentar tentang  kebanggaan atas prestasi IKI Jabar menjelang HUT ke-12 via  Koran Pikiran Rakyat (PR). Pujiannya itu dimuat pada halaman yang sama dalam Rubrik Komentar Gelanggang Olahraga.

a8200cce-521b-47b1-a5b9-523b79d4f554.jpg

Pada Tahun 2003 Ali Agus melepas masa lajangnya menikah dengan dr. Ulan Nuraeni. Kini dianugerahi 2 (dua) putra si mata wayang bernama Rd. Ali Haikal Nurjaman, dan Rd. Ali Said Nurjaman.

Memang luar biasa sosok Ali Agus, diantaranya berdasarkan Surat Keputusan Nomor 4396/DPP-03/V/A.I/I/2009  Tentang Penetapan Susunan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Garut Periode 2009-2010, Ia sempat terpilih  menjadi Ketua Tanfidz  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut yang ditetapkan di Jakarta, 28 Januari 2009 oleh Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa H.A. Muhamin Iskandar, M.Si sebagai Ketua Umum, dan Sekjennya adalah Ir. H.M. Lukman Edi, M.Si.

Kemudian, berdasarkan SK kepengurusan PAW Federasi Serikat Pekerja Kewartawanan Indonesia yang tertuang berdasarkan Surat Keputusan Nomor: KEP.023/DPD Jabar-FSPI/PW/XI/2017 tentang Pengukuhan Komposisi dan Personalia Pengganti Antar Waktu Periode 2014 s/d 2019 Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kewartawanan Indonesia Kabupaten Garut yang ditetapkan pada 05 November 2017, Ali Agus terpilih menjadi Pengurus Bidang Kesejahteraan. (DM).

© Copyright 2024 - Media Online Supergatra.com Suara Pembaharuan Garut Utara
Added Successfully

Type above and press Enter to search.