• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Dampak Negatif Jika Ada Klub Malam di Kecamatan Limbangan

img

Menulis Dicantumkan Gelar.jpg

Seiring dengan ditetapkannya sebagian daerah Garut Utara menjadi kawasan Industri oleh Bupati dan DPRD Garut, sejumlah pabrik telah berdiri, diantaranya di wilayah Desa Cijolang Kecamatan Balubur Limbangan. Realita itu akan mengundang keramaian orang, sebagaimana dikatakan oleh Dedy Mulyadi Gubernur Jawa Barat, “Jika berdiri sebuah pabrik, nantinya akan tumbuh dan banyak orang kaki lima yang berjualan, kos-kosan dan dampak lingkungan lainnya,” ucapnya sewaktu meresmikan PT. Ultimate Noble Indonesia Pabrik Sandal dan Sepatu di daerah Kampung Congkang, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu Kabu Garut – Jawa Barat, pada hari Senin (03/03/2025).

Begitupun di kawasan industri, seperti di Kecamatan Limbangan diizinkannya keberadaan klub malam. Tentunya akan berdampak negatif, bakal terjadinya Degradasi Moral dan Budaya, Adanya Peningkatan Kriminalitas, Pengaruh Negatif Terhadap Ekonomi Lokal, Krisis Identitas, Gangguan Terhadap Lingkungan Hidup, serta Stigma Negatif.

Degradasi Moral dan Budaya:

Dengan menjadikan Kecamatan Limbangan sebagai kawasan industri dan mengizinkan keberadaan klub malam, kita berisiko mengalami degradasi moral yang lebih serius. Kawasan ini, yang seharusnya menjadi tempat pendidikan dan pengembangan karakter, bisa berubah menjadi pusat hiburan malam yang mengikis nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.

Peningkatan Kriminalitas

Keberadaan klub malam sering kali diiringi dengan meningkatnya tingkat kriminalitas, seperti penyalahgunaan narkoba, perkelahian, dan tindakan asusila. Ini akan menciptakan lingkungan yang tidak aman dan meresahkan bagi masyarakat, terutama bagi santri dan keluarga yang tinggal di sekitar.

Pengaruh Negatif Terhadap Ekonomi Lokal:

Sementara kawasan industri diharapkan dapat meningkatkan ekonomi, keberadaan tempat hiburan malam justru dapat merugikan bisnis lokal yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan. Bisnis yang berorientasi pada keluarga mungkin akan terpinggirkan, dan banyak masyarakat yang akan kehilangan mata pencaharian mereka.

Krisis Identitas

Kecamatan Limbangan sebagai kota santri memiliki identitas yang kuat. Dengan adanya klub malam, kita berisiko kehilangan identitas tersebut. Masyarakat bisa terpecah antara nilai-nilai tradisional dan pengaruh modern yang tidak sesuai dengan karakter daerah kita.

Gangguan Terhadap Lingkungan Hidup:

Kawasan industri yang padat dengan tempat hiburan malam berpotensi menciptakan polusi suara, sampah, dan masalah lingkungan lainnya. Ini tidak hanya akan mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat merusak ekosistem lokal.

Stigma Negatif:

Keberadaan klub malam dapat menciptakan stigma negatif terhadap Kecamatan Limbangan, yang dapat mempengaruhi daya tarik investasi dan pariwisata yang positif. Ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai positif yang berkelanjutan.

H. Dede Salahudin
Dewan Redaksi Super Gatra/Sekum KPP PM GATRA

 

© Copyright 2024 - Media Online Supergatra.com Suara Pembaharuan Garut Utara
Added Successfully

Type above and press Enter to search.